Runway Guide.

Runway atau Landasan Pacu adalah tempat dimana pesawat terbang melakukan Take-Off atau Landing.
Runway itu sendiri memiliki kode angka 2 digit diikuti dengan simbol R, L, dan C, dimana angka tersebut merupakan penyingkatan/pemangkasan angka dari angka heading compass dan simbol R, L dan C merupakan posisi Runway itu berada (R=Right, L=Left, C=Center) dan biasanya simbol tersebut digunakan di bandara yang memiliki paralel runway atau runway lebih dari satu.
Misal Runway 15R. Berarti runway tersebut berada di Heading 150 sebelah kanan dari posisi sang pilot/pesawat, dan di ujung runway akan memiliki kode 33L atau heading 330 on left. Jika Heading untuk runway berangka puluhan, maka angka pertama adalah 0 dan diikuti bilangan puluhan, misal runway 03 untuk heading 30.

Untuk contoh, kita coba lihat runway yang ada di Soekarno-Hatta International Airport (CGK/WIII) yang memiliki paralel runway sebanyak 2 buah runway. Runway tersebut berkodekan 07R/25L dan 07L/25R, dari kode tersebut dapat disimpulkan bahwa posisi runway berada di Heading 70 dan Heading 250 dari arah berlawanan.
Kode runway telah mengalami pembulatan mendekati pecahan 10, misalkan runway dengan heading 227 akan memiliki kode runway 23 atau heading 242 akan memiliki kode runway 24. Lalu bagaimana jika headingnya 245? maka akan memiliki kode runway 24.
Source: sendyyeah
Basic Instrument Knowledge.
Didalam pengoperasian pesawat terbang, kita akan menemui banyak instrumen dalam kokpit tergantung dari jenis pesawatnya. Dari semua instrumen tersebut, ada beberapa yang wajib diketahui dan difahami oleh penerbang, yaitu:
- Airspeed Indicator.
Fungsinya untuk mengetahui kecepatan udara dalam satuan Knot. - Attitude Indicator.
Fungsinya untuk mengetahui keadaan pesawat terhadap permukaan bumi.
- Altitude Indicator.
Atau biasa disebut Altimeter berfungsi untuk mengetahui ketinggian pesawat terhadap permukaan air laut.
- Heading Indicator.
Berfungsi untuk mengetahui arah yang dituju pesawat.
- Vertical Speed Indicator.
Berfungsi untuk mengetahui kecepatan climbing/descent pesawat setiap menitnya.
- Turn Coordinator. (Centered Ball)
Berfungsi agar pesawat tetap berada pada jalurnya saat banking/berbelok.
T-Scanning.
Istilah yang biasa digunakan untuk menjaga attitude pesawat dalam penerbangan. Apakah pesawat yang kita terbangkan masih dalam batas yang kita inginkan. Mengapa disebut T – Scanning? Oleh karena instrument dasar yang sangat crucial di front panel sebuah kokpit biasa disusun berdasar tarikan garis sesuai huruf T. Dimana setiap penerbang wajib memantau segala aktifitas instruments tersebut setiap saat.

Source: http://www.gamexeon.com/forum/gamefans-corner/73775-flight-simulator-fans.html
4 Fundamentals of Flight
Dalam dunia penerbangan kita terlebih dahulu harus mengetahui daya dasar yang
mempengaruhi sebuah pesawat. Adapun hal tersebuat adalah:

- Lift = Daya angkat
Lift/Daya angkat adalah gaya angkat ke atas. Usaha untuk mengangkat pesawat dari tanah, daya angkat harus mengatasi gaya gravitasi yang menarik pesawat menuju bumi. Daya angkat harus lebih besar daripada berat pesawat agar pesawat bisa mengudara.
- Thrust = Daya dorong
Daya dorong adalah gaya yang diarahkan berlawanan dari kekuatan drag. Dorongan dihasilkan oleh mesin pesawat terbang. Ketika dorongan mengatasi kekuatan drag, kecepatan pesawat akan bertambah. - Weight = Gaya berat
Gaya berat adalah gaya tarik ke bawah. Ini adalah jumlah dari berat struktur pesawat, kargo bahan bakar, dan penumpang. Berat diciptakan oleh gaya gravitasi, yang menarik berat pesawat terhadap pusat Bumi. Bila berat badan lebih besar dari lift, pesawat tidak akan bisa terbang meninggalkan tanah. Ketika sudah udara, situasi ini akan menyebabkan pesawat turun.
Unit standar internasional massa adalah Kilogram (kg) Di beberapa bagian dunia ‘Pounds’are masih digunakan sekalipun. Persamaan adalah sebagai berikut: 1 kg = 2.2 Pounds (0,83 kg = 1L)
Gross weight= Empty a/c weight + Pax weight + Cargo weight + Fuel weight - Drag = Daya hambatan
Drag adalah gaya berlawanan dengan arah pesawat. Drag disebabkan oleh struktur pesawat. Ketika pesawat bergerak diudara, partikel udara akan menahan badan pesawat dan menyebabkan resistensi. Sederhananya, ketika pesawat bergerak dan mendapatkan gaya hambat, maka pesawat kecepatan pesawat akan berkurang.
Selama penerbangan keempat gaya ini akan seimbang dengan sempurna, dengan kata lain, gaya angkat sama dengan beban pesawat, dan daya dorong sama dengan daya hambat, maka pesawat akan terbang lurus kedepan dengan ketinggian yang tetap, dan kecepatan yang konstan. Jika keseimbangan ini terganggu, maka semuanya akan terganggu dan keadaan pesawat juga akan berubah.
Jika daya angkat bertambah, ketinggian pesawat akan bertambah pula. Jika daya dorong bertambah, pesawat akan menambah kecepatannya sampai adanya peningkatan resistan yang seimbang dengan penambahan daya dorong.


